Tentang Kenangan

Di usia saya yang persis menginjak seperempat abad ini, keinginan saya untuk bisa settle in dalam hubungan asmara sepertinya masih harus ditunda dulu. Realitanya saja, sekarang hubungan kami masih seumur jagung. Ditambah lagi, sulitnya untuk kami berdua, bangkit dari hubungan sebelumnya yang kurang menyenangkan. Semua serba takut, selalu meraba-raba, kami tidak ingin jatuh ke lubang yang sama. Dan untuk itu, tentunya butuh waktu yang tidak sebentar.

Pasti ada, Des, orang yang selalu lo inget bahkan ketika lo udah punya hubungan sama orang lain pun, sampai lo mati juga lo akan selalu ingat, and that’s alright”

Kira-kira begitulah apa yang disampaikan oleh sahabat saya ketika saya bercerita tentang sulitnya melupakan seseorang yang pernah jadi bagian penting dalam hidup. Kami, punya pengalaman yang cukup traumatis dengan pasangan masing-masing. Sulit untuk saya maupun pasangan saya sekarang untuk lupa, at least gak mikirin hal yang dulu-dulu. Memori itu terlalu lekat di pikiran dan di hati kami masing-masing. But life must goes on, right? Maksud saya, kenangan itu udah pasti abadi dan akan terus ada, tapi bukan untuk terus diratapi dan dibiarkan berkembang biak di pikiran kita.

Memories warm you up from the inside. But they also tear you apart."

Semakin kita masuk ke kenangan itu, semakin sulit kita untuk keluar. Kuncinya adalah berusaha untuk mengendalikan pikiran untuk tidak terus menerus memikirkan kenangan tersebut, tapi sebaliknya, dan mengambil sisi baiknya pun belajar untuk memperbaiki buruk-buruknya. Belajar untuk menyadari bahwa inilah hidup dan kenyataan yang sedang dijalani, bukan tentang apa-apa yang pernah terjadi. Belajar untuk menghargai yang dimiliki sekarang, bukan tentang apa-apa yang dulu pernah kita miliki.

We live today, and working on for tomorrow, not for the past.

Karena waktu terus berjalan, dan banyak hal pasti berubah beriringan. Sementara kenangan akan tetap di situ, menarik kita terus-menerus untuk tidak bergerak; untuk kembali. Nyatanya, jika kembali pun, semua tidak akan terasa sama. Karena waktu terus berjalan dan banyak hal telah berubah beriringan.



Comments